21 April 2009

Riwajat Almarhoem Raden Adjeng Kartini


Oleh: Asy Syahid SM. Kartosoewirjo
Fadjar Asia, (23 April 1929)










Melaloei gelap menoedjoe kepenarangan, Melaloei angin besar menoedjoe ke kediaman, Melaloei perang menoedjoe ke kemenangan, Melaloei soesah menoedjoe ke kesenangan. Inilah pepatah jang selaloe diperingati oleh Almarhoem R.A. Kartini di dalam beliau berichtiar oentoek mendjoendjoeng deradjat kaoem isteri bangsa kita.

Hari 21 April 1929 kemarin isi tjoekoeplah 50 tahoen, terhitoeng dari lahirnja, dan 25 tahoen kira2 terhitoeng dari mangkat beliau sampai sekarang. Dari itoe maka di mana2 tempat di seloeroeh Indonesia diadakan pertemoean oleh perkoempoelan2 kaoem isteri oentoek memperajakan hari jang penting ini, agar soepaja kita semoea mendapat ingat lagi, bahwa jang bermoela-moela membantingkan diri oentoek keperloean kaoem isteri ditanah ini jaitoe Almarhoem R.A. Kartini, soeatoe nama jang telah masjhoer di sentaro doenia. Maka dari sebab itoe djoega di kota Betawi kaoem2 poetri, sepertinja, poetri2 dari kalangan Roekoen Wasodyo dan Meisjeskring Jong Java, merasa ada kepentingan mengadakan perajaan hari lahirnja Kartini terseboet. Siapakah Kartini itoe, barangkali ada baiknja dan goenanja djoega, djikalau kita oeraikan dengan singkat riwajatnja beliau almarhoem itoe.


Marilah kita moelai dari datangnja toean Mr. Abendanon ke Djepara. T. Abendanon di waktoe itoe sedang memegang djabatan jang paling tinggi Departement Peladjaran. Sebagai Directeur Onderwijs ia sama-sama dengan njonjanja mengoendjoengi Kaboe-paten Djepara. Dan di sinilah bergandengannja doea hati, doea kemaoean, jang kelak selaloe bisa mengerti dan setoedjoe-menjetoedjoei satoe dengan lainnja, sampai boleh diperkatakan, seperti pepatah Djawa membilang: Toemboe mendapat (oleh Red. F.A.) toetoep. Apakah maksoed Toean Abendanon itoe? Ta’ lain hanja dengan maksoed hendak beremboek dengan Regent dan poetri-poetrinja, bagaimana tjaranja akan mendjoen-djoeng deradjatnja kaoem isteri itoe. Sesoedah pertemoean ini kedjadian dengan berhatsil, maka dengan senang hati Kartini melandjoetkan kemaoeannja bertoekar-fikiran dengan soerat. Tidak hanja dengan T. Abendanon sadja, akan tetapi djoega dengan lain-lainnja, jang dipandangnja akan bisa membawa boeah jang sehat.

Apakah maksoed R.A. kartini? Ta’ lain hanja dengan maksoed hendak beremboeg dengan Regent dan poeteri-poeterinja, bagaimana tjaranja akan mendjoendjoeng dera-djatnja kaoem isteri itoe. Sesoedah pertemoean ini kedjadian dengan berhatsil, maka dengan senang hati Kartini melandjoetkan kemaoeannja bertoekar-fikiran dengan soerat. Tidak hanja dengan T. Abendanon sadja, akan tetapi djoega dengan lain-lainja, jang dipandangnja akan bisa membawa boeah jang sehat.

Apakah maksoed R.A. Kartini itoe? Jang pertama: Beliau ingin soepaja kaoem isteri bisa mendapat kesempatan oentoek pendidikan dan meninggikan dasar2 kaoem isteri dengan seloeas2nja, agar soepaja kelak dengan moedah ia mendjalankan kewadjibannja sebagai iboe dari anaknja. Dan kedoea: Beliau ingin soepaja kaoem isteri diberi kesempatan djoega oentoek memboeka moeloetnja diwaktoe hendak diperkawinkan, pendek kata soepaja soe’al kawin paksaan itoe dihapoeskan. Dan bergan-deng dengan ini beliau ingin, soepaja kaoem isteri mendapat kemerdekaan oentoek bertjampoer gaoel didoenia ini dengan ta’ melaloei batasnja. Dengan tjoedjoean jang demikian Kartini bersoerat2tan kemana2 agar soepaja dengan djalan itoe mendapat tersiarnja tjita2 beliau jang termoelia tadi. Soerat2 itoe sesoedah mangkatnja Kartini, dan dengan setoedjoenja achli-waris dan sesemoeanja, dikoempoelkannja oleh Mr. Abendanon terseboet terdjadi satoe boekoe jang beralamat: Door Duisternis tot licht.

Ini boekoe sekarang telah ditjap lagi beberapa kali, dan djoega telah disalin dalam beberapa bahasa doenia kalau ta’ salah djoega didalam bahasa Indonesia, Boekankah ini boekti-boekti bahwa tjita-tjita Almarhoem R.A. Kartini dihargai oleh seantero doenia dengan setinggi-tingginja?

R.A. Kartini dilahirkan dikedistrikan Majong Afdeeling Djepara, ketika tanggal 21 April 1879, Ejang kakoengnja Almarhoem Tjondro Negoro dari Demak, ialah Regent jang pertama jang memeloek kemadjoean barat. Semoea poetra-poetra beliau menerima peladjaran di sekolah Belanda. Begitoe djoega almarhoem R.M.A.A. Soeraningrat, ajah dari R.A. Kartini. Maka dengan pengetahoean ini ta’ akan heran lagi, djika kita mendengar bahwa Kartini dan saudara-saudaranja moelai dari ketjil telah beladjar kenal dengan adat, bahasa dan bangsa Belanda. Dan saudaranja toea jang terkenal dikalangan kita jaitoe R.P. Doktor Sostrokartono, jang sedang membanting-kan diri oentoek keperloean kita. Semoea poetra lelaki einde examen dari H.B.S. Akan tetapi Kartini dan semoeanja poetra-isteri tidak diidzinkan oentoek meneroeskan sekolah-nja ke sekolah tinggi. Boekankah itoe sia-sia belaka?

Serenta beroesaha 12 tahoen moelaikan Kartini dan lain-lainnja menerima rintangan dari ajah-boendanja. Beliau tidak boleh sekolah lagi, mesti masoek ke gedong pingitan, tidak boleh keloear sebeloem diperkawinkan. Akan tetapi dari sebab djoega ajahnja makin lama makin modern, maka dengan perkawinannja R.A. Soelastri saudara toea dari Kartini, beliau moelai mendapat kemerdekaan lagi. Itoe waktoe betoel boleh dibilang membawa zaman baharoe oentoek Kartini. Boekankah ini Soelastri jang tadinja selaloe ta’ setoedjoe dengan tjita-tjita Kartini?

Setelah ini Soelastri beroemah tangga sendiri, maka baharoelah ketemoenja ketiga hati Kartini --Roekmini-- Kardinah, dan bertiga teroeslah beliau menoedjoe oentoek memerangi ‘adat isti’adat jang dipandang akan menghalang-halangi kemadjoean kaoem isteri.

Serenta Kartini beroesaha 19 tahoon, maka beliau mendapat kemerdekaannja dengan dioemoemkan. Itoelah soeatoe kemenangan besar oentoek Kartini, dan ini kemenangan dihargakan dengan sesoenggoeh2nja oleh Kartini dan saudaranja. Akan tetapi, beloemlah poeas hati Kartini. Beliau masih djaoeh maksoednja, ingin tertjapai tjita2nja. Tiba2 diboelan Agoestoes 1900 datanglah Mr. Abendanon terseboet di kota Djepara dengan membawa maksoed jang termoelia. Sekolah-isteri akan didirikannja oentoek anak2 bangsa kita pendidikan dan lain2nja akan diperhatikan dan diberi oentoek kaoem isteri.

Bagaimana senang hatinja Kartini, ta’ oesah kita oeraikan lagi. Soesah hatinja Kartini ketika saudaranja R.A. Kardinah meninggalkan beliau, akan menoeroetkan soeaminja Padoeka Regent Tegal. Berdoea dengan Roekmini Kartini setia akan menoe-roeskan djoega kemaoeannja. Hari Ahad tanggal 8 Nopember 1903 beliau diperkawinkan dengan setoedjoenja beliau sendiri dengan Regent Rembang Raden Adipati Djojo Adiningrat, jang bersanggoep akan membantoe dengan sekoeat-koeatnja menoedjoe ke kemadjoean kaoem isteri. Kira-kira setahoen lagi, kebetoelan hari tanggal 13 September 1904, melahirkanlah Kartini satoe poetera lelaki, dinamakan R.M. Singgih Akan tetapi ta’ lama lagi apa jang kedjadian?

Ampat hari sesoedahnja bersalin, tanggal 17 September, mangkatlah Kartini akan menghadap Toehan Jang Maha Koeasa, dengan disajangi dan didoeka-tjitai oleh semoea jang kenal dengan beliau, maoepoen kenal dengan orangnja atau kenal dengan namanja sahadja. Moga-moga Allah jang Koeasa memenoehi permintaan Almarhoem R.A. Kartini oentoek kemadjoean kaoem isteri di tanah ini. Kalau diperkatakan, bahwa tjita2 jang dikandoeng oleh R.A. Kartini itoe adalah soeatoe angan2 jang sangat mendekati tjita2 Islam dalam perihal berlaki-isteri. maka kebanjakan masih djoega disangkal, karena kebanjakan daripada mereka itoe tidak mengetahoei betoel2 akan agamanja. tidak tahoe akan hoekoem-berhoekoem jang termaktoeb dalam Qoer’an Soetji. Memang mereka itoe dalam keroegian, dalam kegelapan, boekan karena salahnja sendiri --moela2nja-- tetapi salahnja pendidikan jang diterimanja. Kemoedian mereka itoe laloe menggoedel bingoeng dan tidak soeka lagi menjelidiki kebenaran jang sesoenggoeh2nja, katanja, lantaran mereka itoe soedah ,,wetenschapplijk” atau ,,kewetenschapplijk-en.”

Apakah Islam tidak dapat diselidiki dengan ,,wetenschap”? Itoelah mereka tidak mengetahoeinja, biar pengetahoeannja sampai ,,soendoel langit” sekalipoen. Kalau seandainja tjita-tjita R.A. Kartini itoe dianggap sebagai angan-angan Islam –jang memang boekan– nistjajalah tidak akan disoekai, sebab ada perkataan ,,Islam”. Pendek kata soedahlah terang bahwa kebanjakan dari pada pemoeda-pemoeda sekarang ini jang soedah amat ,,membarat”, telah loepa akan agamanja dan toendoek kepada barang jang tidak kekal (S.M.K.). Tentang kemasjhoeran poen agama Islam tidak akan koerang dari pada itoe, (S.M.K.) Memerangi ‘adat-isteri ‘adat jang hendaknja akan menghalang-halangi kemadjoean tanah air, bangsa dan Ra’iat kita, teroetama bagi kaoem isteri, memang haroes dilinjapkan dari doenia ini, tetapi apakah jang mendjadi oekoeran ,,kemadjoean” itoe? Baratlah atau lain-lainnja? Boleh djadi, tetapi agama kita roepanja tidak. Barat memoesoehi ‘adat! Boekan sjara’ Islam berhadapan dengan hoekoem ‘adat, jang amat merendahkan deradjat manoesia!!!




Selengkapnya...

17 April 2009

bagaimana ekonomi islam mensejahterakan dunia

oleh: Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI

Sistem ekonomi Islam dibangun di atas pondasi akidah Islam. Ini adalah akidah yang haq karena berasal dari Allah yang dibawa kepada umat manusia melalui Muhammad Rasulullah SAW. Akidah Islam merupakan akidah yang memuaskan akal, menenteramkan jiwa, dan sesuai dengan fitrah manusia. Karenanya peraturan yang terpancar dari akidah Islam seperti sistem ekonomi Islam memiliki karakter yang khas dan manusiawi.

Dalam konteks individu, kegiatan ekonomi dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Bukan materi yang menjadi orientasi (profit oriented) tetapi keredoan Allah. Mencari materi merupakan perkara mubah bahkan menjadi wajib bagi seseorang apabila ia penanggungjawab nafkah dalam keluarga. Hanya saja untuk mendapatkannya tidak dengan menghalalkan segala cara melainkan harus terikat dengan hukum syara.

Dalam konteks negara, kegiatan ekonomi merupakan wujud pengaturan dan pelayanan urusan rakyat. Sebab inilah tugas umum negara. Adapun untuk merealisasikannya, negara menerapkan Syariah Islam baik dalam urusan ekonomi di dalam negeri maupun di luar negeri.


Negara menerapkan hukum-hukum Allah sebagai koridor kegiatan ekonomi dan bisnis untuk mencegah aktivitas ekonomi yang zhalim, eksploitatif, tidak transparan, dan menyengsarakan umat manusia. Negara menerapkan politik ekonomi agar warga dapat hidup secara layak sebagai manusia menurut standar Islam. Negara juga menjalin hubungan secara global dan memberikan pertolongan agar umat manusia di seluruh dunia melihat dan merasakan keadilan sistem Islam.

Islam memiliki metode untuk membalikkan posisi krisis seperti yang dialami dunia saat ini menjadi sejahtera. Metode tersebut tentu saja dengan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam pola hubungan ekonomi global melalui Khilafah Islamiyah.

Menerapkan Mata Uang Berbasis Emas dan Perak

Pengalaman moneter dunia menunjukkan mata uang kertas (fiat money) bersifat labil dan selalu kehilangan nilai akibat inflasi. Selembar kertas rupiah dengan selembar kertas dolar AS memiliki nilai tukar yang sangat jauh perbedaannya. Padahal secara fisik nilai instrinsiknya kurang lebih sama. Begitu pula selembar rupiah dengan nominal 1.000 daya belinya pada hari ini lebih rendah dibandingkan satu tahun lalu atau jauh lebih rendah dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya.

Hal ini menyebabkan seseorang yang memegang dan menyimpan uang kertas sangat riskan mengalami kehilangan nilai kekayaan riilnya. Bagi negara yang mata uangnya lemah dibandingkan mata uang kuat negara lain, nilai kekayaannya dalam mata uang asing cenderung merosot, sedangkan hutang luar negerinya membengkak dalam mata uang lokal. Sehingga sebuah negara dan masyarakatnya dapat dimiskinkan dalam sekejap hanya dengan menjatuhkan nilai tukar mata uangnya sebagaimana pengalaman krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1997/1998.

Mata uang berbasis emas dan perak adalah mata uang negara khilafah yang memiliki sifat universal. Dominasi dolar AS ataupun mata uang kuat (hard currency) lainnya atas transaksi ekonomi dunia merupakan salah satu metode penjajahan Kapitalisme atas masyarakat dunia yang harus dihentikan dengan mata uang dinar dan dirham.

Bagaimana mungkin untuk mendapatkan uang kertas dolar, Indonesia harus menyerahkan sumber daya alamnya, bekerja keras menghasilkan produk-produk ekspor, bahkan disertai dengan penyerahan kedaulatan negara. Sedangkan bagi AS, untuk mendapatkannya hanya dengan mencetak dolar. Padahal biaya cetak setiap satu dolar AS hanya satu sen dan AS mendapat untung 99 sen.

Mata uang dinar dan dirham menjamin kebebasan setiap negara dan penduduk dunia untuk melakukan transaksi ekonomi dan perdagangan tanpa harus takut mengalami gejolak kurs, kehilangan kekayaan, ataupun mengalami penjajahan moneter. Dengan demikian, keberadaan mata uang ini sebagai alat tukar internasional menjadi salah satu syarat bagi terwujudnya kesejahteraan dunia.

Memajukan Sektor Riil yang Tidak Eksploitatif

Ekonomi Islam adalah perekonomian yang berbasis sektor riil (lihat al-Baqarah: 275). Tidak ada dikotomi antara sektor riil dengan sektor moneter. Sebab sektor moneter dalam Islam bukan seperti sektor moneter Kapitalis yang isinya sektor maya (virtual sector).

Islam memandang kegiatan ekonomi hanya terdapat dalam sektor riil seperti pertanian, industri, perdagangan, dan jasa. Dari sektor inilah kegiatan ekonomi didorong untuk berkembang maju. Hanya saja hukum-hukum tentang kepemilikan, produk (barang/jasa) , dan transaksi dalam perekonomian Islam berbeda dengan Kapitalis.

Individu diperbolehkan memperoleh kepemilikan sesuai dengan karakter harta yang memang dapat dimiliki oleh individu. Hal ini merupakan pengakuan Islam akan fitrah manusia untuk mempertahankan hidupnya. Bahkan muslim yang meninggal karena mempertahankan hartanya secara haq termasuk mati syahid.

Kepemilikan individu dibatasi oleh kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Individu tidak boleh memiliki harta yang terkatagori harta milik negara dan harta milik umum. Tanpa aturan kepemilikan Islam, pertumbuhan di sektor riil tidak memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat secara adil. Sebab peningkatan hasil-hasil ekonomi dan penguasaan sumber daya terkonsentrasi di tangan pemilik modal. Sebaliknya semakin digenjot pertumbuhan ekonomi, eksploitasi terhadap masyarakat dan sumber daya alam semakin besar.

Ketimpangan dan masalah distribusi kekayaan merupakan penyakit kronis ekonomi Kapitalis. Menurut Human Development Report 2007, 20% penduduk paling kaya menghasilkan 3/4 pendapatan dunia, sedangkan 40% penduduk paling miskin hanya menghasilkan 5% pendapatan dunia. Lebih dari 20% penduduk dunia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar US$ 1,25 per hari (Globalissues. org, Poverty Facts and Stats). Dalam laporan FAO, pada 2009 diprediksi dari 6,5 milyar penduduk dunia 963 juta di antaranya kelaparan (Kompas, 10/12/2008). Tahun lalu 31,5 juta rakyat Amerika hidup dengan bantuan kupon makan dari pemerintah (allheadlinenews. com, 18/12/2008).

Tidak adanya aturan tentang kepemilikan umum dalam perekonomian Kapitalis menyebabkan negara menjadi mandul. Sumber daya ekonomi dan pelayanan publik yang secara karakteristiknya tidak bisa dimiliki individu dan seharusnya menjadi milik bersama oleh negara diserahkan kepada swasta dan investor asing. Akibatnya rakyat harus membayar mahal untuk mendapatkan layanan publik dan barang-barang yang dihasilkan dari sumber daya alam.

Pada saat pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk membiayai APBN secara layak dan terjebak hutang, swasta dan investor asing justru memperoleh pendapatan tinggi dari sektor-sektor ekonomi yang seharusnya dimiliki bersama oleh masyarakat. Misalnya korporasi AS Exxon Mobil yang bergerak di sektor pertambangan minyak dan gas, pada tahun 2007 memiliki penghasilan lebih dari 3 kali lipat APBN Indonesia 2009. Keuntungan bersih Exxon Mobil naik dari US$ 40,6 milyar pada tahun 2007 menjadi US$ 45,2 milyar tahun 2008 (investorguide. com, Exxon Mobil Company Profile).

Pergerakan sektor riil hingga saat ini hanya berkutat di tangan sekelompok kecil orang khususnya Multinational Corporation (MNC). MNC memonopoli perekonomian di seluruh dunia dari hulu ke hilir sehingga aset sebuah MNC lebih besar dari PDB sebuah negara. Dengan mendorong sektor riil dunia di bawah pola ekonomi Islam, setiap pertumbuhan di sektor riil diimbangi dengan distribusi kepemilikan yang adil sehingga masyarakat memiliki kebebasan untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara dalam ekonomi. Dengan menutup sektor maya (sektor non riil) dari perekonomian akan lebih banyak modal dan lapangan kerja terbuka untuk masyarakat dunia.

Menciptakan Mekanisme Pasar Internasional yang Adil

Perdagangan global sewajarnya memiliki fungsi bagi setiap negara untuk mendapatkan manfaat pemenuhan kebutuhan nasional dan peningkatan kesejahteraan. Namun tata perdagangan global saat ini berlangsung dengan sangat tidak adil. Negara-negara di dunia dipaksa membuka pasar mereka, mencabut segala rintangan dagang, sedangkan negara-negara maju menutup pasar mereka dengan berbagai aturan dagang yang dibuat-buat. Negara-negara maju memaksa negara lain mencabut subsidi di sektor pertanian dan industri, tetapi mereka sendiri melakukan subsidi besar-besaran.

Negara-negara di dunia dipaksa untuk menerapkan pasar bebas dan perdagangan bebas. Nyatanya pasar bebas yang didengung-dengungka n Kapitalisme justru memasung dunia dalam penjajahan ekonomi. Tidak ada kebebasan bagi sebuah negara yang terjajah untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya melalui perdagangan internasional.

Sebagai contoh, pemerintah Afrika Selatan diseret ke pengadilan oleh korporasi farmasi Barat karena telah menerbitkan undang-undang yang mengijinkan impor obat-obatan generik dari Brazil untuk pengobatan di negara yang paling banyak penderita AIDSnya. Sedangkan Brazil selaku produsen obat murah diadukan oleh AS ke WTO dengan tuduhan melanggar undang-undang hak paten.

Dalam Islam hubungan dagang dapat diberlakukan terhadap negara-negara lain jika secara politik negara tersebut terikat perjanjian damai dengan negara khilafah. Hubungan dagang internasional tidak dilakukan atas motif keserakahan menguasai perekonomian luar negeri, melainkan untuk mendapatkan manfaat dari pertukaran baik dari sisi kebutuhan akan suatu komoditas maupun dari keuntungan ekonomi.

Mekanisme pasar dalam Islam tidak mengharamkan adanya intervensi negara seperti subsidi dan penetapan komoditas yang boleh diekspor. Sebaliknya negara tidak pernah melakukan intervensi dengan cara mematok harga. Harga dibiarkan berjalan sesuai mekanisme supply dan demand. Untuk mempengaruhi harga negara mengintervensi melalui mekanisme pasar. Negara juga tidak mengenakan cukai atas komoditas yang datang dari negara lain jika negara tersebut tidak memungut cukai atas komoditas yang dibawa warga negara khilafah. Inilah pola hubungan dagang internasional yang adil dan tidak saling mengeksploitasi.

Mengemban Misi Kemanusiaan

Ekonomi Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Di dalam negeri, khilafah menjalankan politik ekonomi yang bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan pokok setiap warga negara. Khilafah juga mendorong warga dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya dalam batas-batas kemampuan yang mereka miliki.

Di luar negeri, khilafah menjalankan politik dakwah dan jihad. Dalam kerangka dakwah dan kemanusiaan, khilafah dapat menggunakan kekuatan ekonominya untuk menolong bangsa lain yang sedang ditimpa bencana. Sejarah mencatat, pada abad ke 18 Khilafah Turki Utsmani pernah mengirimkan bantuan pangan kepada Amerika paska perang melawan Inggris. Khilafah juga pernah mengirimkan bantuan uang dan pangan untuk penduduk Irlandia yang terkena bencana kelaparan besar yang menewaskan lebih dari 1 juta orang. Apa yang dilakukan Khilafah Islamiyah di masa lalu justru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Amerika saat ini. Amerika menghancurkan dan membunuh jutaan kaum Muslim di Irak dan Afghanistan.

Penutup

Masyarakat dunia saat ini menghadapi kesengsaraan yang luar biasa. Setiap hari 26.500 - 30.000 anak-anak meninggal akibat kemiskinan (Globalissues. com, Poverty Fatcs and Stats). Kematian anak-anak tersebut bukan disebabkan oleh ketidakcukupan bahan pangan dan ketiadaan sarana pertanian. Problemnya adalah sistem ekonomi yang eksploitatif dan serakah yang menyebabkan timpangnya distribusi kepemilikan.

Ekonomi Islam merupakan solusi bagi umat manusia untuk keluar dari krisis dan hidup sejahtera. Untuk itu kita membutuhkan Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang menerapkan


Dikirim Oleh: "mujahid_1984"

Selengkapnya...